Yesus Menegur Thomas kerana Ketidakpercayaannya
Yesus yang telah bangkit berdiri di bilik atas yang berkunci di tengah-tengah murid-murid-Nya, berpakaian putih bercahaya dan menunjukkan luka-luka pada tangan serta lambung-Nya. Thomas berlutut di hadapan-Nya, menghulurkan tangan ke arah tanda-tanda penyaliban yang kelihatan, sementara murid-murid lain memandang dengan takjub penuh hormat.
Karya seni ini menggambarkan detik daripada John 20:26-29, ketika Kristus menjawab keraguan Thomas dengan bukti yang penuh kasih kurnia dan panggilan langsung kepada iman: “Jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.” Pengakuan Thomas, “Tuhanku dan Allahku,” menjadi salah satu pernyataan paling jelas tentang keilahian Kristus dalam Injil Yohanes. Adegan ini amat sesuai untuk pengajaran tentang kebangkitan, iman yang melampaui penglihatan, apologetik, keraguan, dan belas kasihan peribadi Tuhan yang bangkit terhadap murid-murid yang goyah.